in

Penyebab Pendidikan Indonesia Kurang Maju Di Banding Negara Lain

Wawasan.id-Pendidikan indonesia jadi perhatian semua orang di negara ini di karenakan

pendidikan adalah hasil yang akan kita tuai pada saat masa depan nanti untuk memberikan

suatu perubahan yang baik,kita warga indonesia mempunyai tanggung jawab untuk mencerdaskan
dan memajukan bangsa indonesia ke arah yang baik.

soekarno pernah berkata “maju nya suatu negara dapat dilihat dari pemuda pemuda nya ,
apabila rusak para pemudanya maka rusak lah negara tersebut , dan apabila
baik para pemudanya tersebut maka terjamin lah masa depan negara tersebut”yang di maksud perkataan soekarno adalah para pemuda lah yang menjadi titik kemajuan suatu bangsa

semua hal itu takkan terwujud apabila pendidikan indonesia masih belum terurus dengan baik
hasil dari survey salah satu universitas dan badan pendidikan indonesia,indonesia masih

berada di bawah dalam hal pendidikan bahkan bisa dikatakan indonesia tertinggal 129 tahun
di banding negara negara lain dalam hal pendidikan.

waw memalukan bukan ? terdapat banyak faktor yang membuat pendidikan indonesia kurang
maju di banding negara lain ,berikut inilah faktor faktor nya :

Pendidikan yang kurang merata

faktor yang pertama adalah pendidikan yang kurang merata ,seperti
yang kita ketahui indonesia mempunyai daerah yang luas dari sabang sanpai
merauke terbentang beribu ribu pulau tetapi pendidikan hanya terpusat
pada pulau jawa dan sumatera saja,

banyak pulau di indonesia yang kurang mendapat pendidikan seperti pulau
maluku ,papua dan lain lain ,membuat indonesia hanya “pintar sebelah”
maksudnya sebagian saja yang dapat itu pun tak dapat di pastikan semua orang
yang mendapat pendidikan itu dapat memanfaatkan nya dengan baik.

lihat saja potret pemuda masa kini,sebagian ada yang malas malasan
pacaran,tawuran, dan membuat pendidikan di indonesia menjadi tambah suram,
bukan nya mendapat prestasi,ini malah mendapat teguran dari masyarakat
dan bahkan mngkin sebagian dari mereka ada yang kena penjara.

Indonesia masih menganut Sistem DDCH (DUDUK DIAM CATAT HAFAL)

Hampir semua teori kita pelajari(hafal),lalu test uji pemahaman dengan cara copy
Paste apa yang telah kita pelajari.dari sini siswa tidak paham mengapa kita harus
mempelajari banyak hal tersebut ,kebanyakan guru tidak mendekatkan teori dengan realitas
terdekat kita.

Semua hhanya di hafal,baik rumus,pengertian,penjelasan, dan lain lain contoh
saja teori gravitasi ,ngapain sih kita mempelajari teori gravitasi sampai sampai
kita harus menghafal rumusnya dan di ujiankan ,toh kita tahu bahwa benda atau apapun
di permukaan bumi ketika di lempar ke atas pasti jatuh kebawah.

kita tahu itu! tapi kenapa mesti dipelajari sampe beberapa sks,setelah itu kitalulus
sekolah/kuliah.pekerjaan/karir menuntut kita mempelajari dan sekarang harus di
aplikasikan ke dalam pekerjaan/ maslaah.tapi karena kita cuman bisa menghafal ,namun
masalah diluarsana yang fleksibel ,yang kadang realitanya bertentangan dengan teori.

contoh bila suatu benda melayang di atas permukaan bumi pasti jatuh kebawah
karena adanya gaya gravitasi bumi lalu bagaimana balon bisa terbang ,pesawat kita bisa
terbang?Bagaimana? bagaimana bisa?ini yang seharusnya jadi PR bagi Indonesia Untuk tidak
menggunakan sistem DDCH.tapi teori di pelajari untuk memecahkan masalah.

Korupsi yang merajalela

korupusi yang maikin merajalela menambah buruk potret pendidikan indonesia saat ini
bagaimana bisa,kita sudah berpuluh puluh tahun merdeka.tapi daerah pulau jawa
khususnya perbatasan saja masih tidak MERDEKA dari kebodohan dan kemiskinan.
jangankan sistem pendidikan di bangun.

Dana untuk menunjang fasilitas dan membayar sumber daya manusia seperti pengajar
dll saja pun kurang karena di gerogoti tikus tikus negara yang tidak mempunyai
malu yang hanya memikirkan perut nya saja

Masyarakat indonesia yang tidak mementingkan pendidikan

masyarakat indonesia yang kurang mementingkan pendidikan membuat tradisi yang baru
mereka berpendapat bahwa pendidikan adalah hal yang membuang membuang waktu dan
Uang,pemikiran seperti itu menjadi dokrin tersendiri membuat potret pendidikan
indonesia makin suram.

Nilai Yang Selalu di Agungkan Dan di Dewakan

Kebanyakan dari kita mementingkan “Berapa Jumlah Nilai yang di dapat”, dan
menjadi kan KKM Menjadi acuan setiap siswa,Lihat saja pada saat ulangan
Disaat kita nilai kita di bawah KKM Pasti ada yang namanya Remedial
.Itu yang Membuat Siswa berpikir”Daripada Remedial Lebih baik mencotek”

Sebenarnya salah siswa juga Kenpa tidak belajar, tapi ya begtulah pendidikan
indonesia lebih mementingkan nila yang di dapat oleh siswa dari pada pemahamanya
tentang apa yang di pelajarinya.

Penguasaan Materi yang Terkesan Di Paksakan

faktor yang lain berikutnya dalah penguasaan materi siswa di tuntut menguasai 15 atau lebih
mata pelajaran yang di sediakan di setiap sekolah.hal itu bukan membuat pikiran siswa menjadi
lebih pintar ,malah membuat pikiran siswa menjadi lebih kacau dan belum lagi ada yang namanya UN
Yang tiap tahun nya menjadi syarat kelulusan.Karena Kebijakan Yang Baru.

Belum Lagi Tugas tugas yang menumpuk,SBMPTN,SNMPTN dan lainlain membuat siswa menjadi tambah stress.

Jam Pelajaran yang tambah Banyak

inilah yang sering di keluhkan anak anak zaman sekarang yaitu tambahan pelajaran menurut
saya sih sah sah saja menambah jam pelajaran tapi itu juga harus di barengi dengan fasilitas dan
materi yang sesuai,menurut saya pelajaran yang harus di tambah adalah pendidikan moral
dan pancasila yang harus di tambahkan ke daftar pelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nurkarim

Written by Nurkarim