in

Inilah 5 Bahaya Rasa Kesepian Bagi Kesehatan

 

wawasan.id – ada banyak hal yang bisa mengubah kesehatan fisik dan mental.Salah satu yang berpengaruh paling instan adalah pola makan atau pola tidur.Namun, ada satu aspek yang mungkin tak disadari banyak orang juga berimbas pada kesehatan, yaitu rasa kesepian.

Menurut salah satu proffesor Brigham ia mengatakan bahwa ada dua tipe kesepian, yakni subjektif dan objektif.Kesepian objektif artinya secara fisik orang tersebut sendirian atau terisolasi secara sosial.

Sementara kesepian subjektif adalah kesepian secara emosional dan perasaan, meskipun secara fisik orang tersebut tidak benar-benar sendiri.Nah, ada sejumlah risiko kesehatan yang mengancam ketika seseorang kesepian, baik kesepian objektif maupun subjektif:

Depresi

Menurut salah satu Ilmuwan Bernama Donovan kesepian dampat menjadi timbulnya depresi Salah satu buktinya adalah studi pada tahun 2006 lalu, yang melihat hasil dari dua studi berbasis populasi lainnya yang mempelajari orang-orang usia muda dan dewasa.

Kedua studi menemukan, kesepian tingkat tinggi berhubungan dengan gejala depresi dan keterkaitan ini cenderung bertahan stabil sepanjang usia seseorang.wah ini menunjukkan bahwa kesepian sangat lah berbahaya dan beresiko mengalami depresi.

Meningkatkan Risiko Kematian

rasa kesepian dapat menimbulkan kematian dalam salah satu studi yang dilakukan oleh hold lunstad ,dia meneliti tentang penyebab kematian pada usia dini dan Hold-Lunstad menemukan, kedua fakror bisa meningkatkan risiko kematian dini.
Menurut dia, risiko tersebut melebihi risiko obesitas, ketidaktifan fisik dan polusi udara.

meningkatkan risiko  penyakit alzheimer

Sebuah studi yang dilakukan Donovan mempelajari 79 komunitas yang dijalankan orang-orang tua.Dari studi tersebut ia menemukan, mereka yang memiliki level protein amyloid tinggi juga dilaporkan merasa kesepian, sama seperti perasaan terisolasi.

Banyak ilmuwan meyakini, akumulasi amyloid pada otak mendasari terjadinya alzheimer.Teori ini memiliki hipotesa, komponen amyloid mengacaukan komunikasi antara sel otak dan bahkan merusak sel tersebut.

Stress Yang Berkepanjangan

Saat stres, peningkatan detak jantung dan pernapasan dapat mengganggu sistem pencernaan kamu. kamu mungkin akan makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya. Risiko kamu mengalami heartburn, refluks asam, mual, muntah, atau sakit perut juga meningkat. Stres juga dapat memengaruhi pergerakan makanan dalam usus kamu, sehingga kamu bisa mengalami diare atau sembelit.

Perilaku Tidak Sehat Akan Bermunculan Seperti hal Nya NEET

NEET merupakan singkatan dari Not in Education, Employment or Training, Istilah ini muncul pertama kali di inggris pada tahun 90-an yang dtunjukan kepada para pengangguran berusia antara 16 – 18 tahun yang tidak mau bersosialisasi dalam masyarakat.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi seseorang menjadi seorang NEET, dari lingkungan dimana mereka bekerja, lingkungan mereka tinggal bahkan orang tua.

Tahun 2003, jumlah populasi NEET di Jepang sudah mencapai 520 ribu orang dan diperkirakan jumlah itu akan mengalami kelipatan pada tahun 2010, dan pastinya tahun 2013 juga sudah mengalami kelipatan yang salah satu faktor nya yaitu kesepian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nurkarim

Written by Nurkarim