in

Amerika Serikat Dan Polandia Mewaspadai Adanya Bahaya dalam Aplikasi Face APP!

Wawasan.ID – Polandia dan Amerika serikat menyelidiki risiko keamanan bagi pengguna aplikasi edit asal rusia yaitu FaceApp. Aplikasi yang dapat ‘mengubah’ wajah kita menjadi tua ini sedang viral dalam kalangan pengguna media sosial.

Dilansir dari AFT, “Selama beberapa hari di Polandia dan di seluruh dunia, media sosial telah dibanjiri oleh foto foto yang dimodifikasi dari pengguna yang ‘menua’,” catat kementerian urusan digital Polandia.

“Lokasi FaceApp di Rusia menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana dan kapan perusahaan memberikan akses data warga Amerika ke pihak ketiga termasuk ke pemerintah terkait,” kata Schumer dikutip AFP.

Disisi lain, Amerika Serikat (AS) menyerukan agar aplikasi yang membuat tampilan wajah tampak tua, FaceApp, diselidiki. Penyelidikan ini terkait kecurigaan kalau aplikasi ini melanggar privasi dan bisa mengganggu keamanan nasional di negara itu.

Hal ini diimbau oleh Senator Amerika Chuck Schumer kepada badan intelijen AS (FBI), Komisi Federal Perdagangan (FTC), dan Badan Perlindungan Konsumen.

“FaceApp akan sangat menganggu jika informasi pribadi (yang) sensitif (milik) warga Amerika diberikan kepada pemerintah asing yang aktif terlibat dalam permusuhan siber terhadap Amerika Serikat.”

Tetapi setelah beredar nya rumor akan berbahaya nya face app tersebut, sang developer langsung membantah semua tuduhan yang beredar di tengah tengah masyarakat tersebut.

CEO FaceApp Yaroslav Goncharov mengatakan bahwa pihaknya tidak menyalahgunakan foto pengguna yang diunggah ke aplikasinya. Hal ini diungkap terkait dengan isu potensi bahaya pelanggaran atas data pribadi berupa foto pengguna.

Ia menegaskan foto-foto tersebut tidak digunakan untuk tujuan lain, apalagi diberikan kepada pihak ketiga. Kepada jurnalis Washington Post, Goncharov mengatakan sebagian besar foto pengguna akan secara otomatis dihapus oleh server mereka dalam waktu 48 jam. Selain itu, dia menegaskan pemerintah Rusia tidak memiliki akses untuk mencuri data, seperti dilansir AFP.

Kecurigaan terkait penyalahgunaan foto pengguna yang diunggah ke aplikasi itu terkait dengan ketentuan penanganan konten dan data pribadi yang ada di layanan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nurkarim

Written by Nurkarim